26 Orang Tewas dan 37 Ribu Mengungsi Imbas Kebakaran Hutan Terbesar di Korsel



Personel Dinas Kehutanan Korea Selatan melihat kebakaran hutan di Andong, Korea Selatan, Kamis (27/3/2025). Foto: Anthony Wallace/AFP

Kebakaran hutan besar melanda wilayah tenggara Korea Selatan sejak Jumat lalu (21/3). Api telah menewaskan 26 orang, melukai 30 lainnya, dan memaksa lebih dari 37.000 warga meninggalkan rumah mereka.

Helikopter terus menghujani hutan, sementara petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kobaran api yang meluas akibat angin kencang.

Hujan yang diperkirakan turun pada Kamis (27/3) diprediksi tak akan cukup membantu pemadaman.

Korban jiwa termasuk seorang pilot yang helikopternya jatuh saat memadamkan api serta empat petugas pemadam kebakaran yang terjebak di tengah kobaran. Sebagian besar korban berusia 60-70-an tahun.

Otoritas setempat menduga beberapa kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia, seperti percikan api dari pekerjaan pengelasan atau pembakaran rumput liar di makam keluarga.

Kerusakan Meluas, Situs Warisan Dunia Terancam

Asap mengepul dari kebakaran hutan di Andong, Korea Selatan, Kamis (27/3/2025). Foto: Anthony Wallace/AFP

Lebih dari 36.000 hektare lahan telah terbakar, menjadikannya kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Korea Selatan.

Rumah, pabrik, kendaraan, serta bangunan bersejarah hancur.

Di Uiseong, sekitar 20 dari 30 bangunan di kompleks kuil Gounsa terbakar, termasuk dua situs yang diakui sebagai harta nasional.

Di kota Andong, asap pekat memenuhi langit. Dua desa terpaksa dievakuasi, termasuk Hahoe, Situs Warisan Dunia UNESCO yang telah berdiri sejak abad ke-14.

Pendaki di Gunung Jiri pun diimbau turun karena api semakin mendekat.

Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel

Banyak rumah terbakar dampak kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut di Uiseong, Korea Selatan, 24 Maret 2025. Foto: Yonhap by the use of REUTERS

Pemerintah telah menurunkan lebih dari 9.000 personel dan 120 helikopter.

Perdana Menteri Han Duck-soo menyebut kebakaran ini sebagai bencana nasional yang harus segera diatasi.

“Kerusakan terus membesar,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Semua sumber daya harus dikerahkan untuk memadamkan api minggu ini.”

Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo. Foto: Kacper Pempel/REUTERS

Peringatan kebakaran hutan telah dinaikkan ke stage tertinggi.

Pemerintah daerah diminta menambah personel tanggap darurat, membatasi akses ke hutan dan taman, serta meminta militer menghentikan latihan tembak langsung untuk menghindari risiko kebakaran baru.

Di kuil Buddha dekat Gunung Juwang, para pekerja menutup bangunan dengan bahan tahan api.

Petugas pemadam menyiramkan air ke sekitarnya untuk mencegah api menjalar.

Warga yang kehilangan rumah mencari perlindungan di pusat evakuasi, sementara angin terus membawa asap ke berbagai daerah.

Hingga Kamis pagi, sebagian kebakaran telah berhasil dikendalikan, tetapi kondisi kering dan angin kencang membuat api terus menyebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *