Alasan Bupati Segera Ganti Dokumen Kependudukan Korban Kebakaran di Pasar Lolak

BOLMONG – Tindakan yang tidak biasa dilakukan Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, untuk para korban kebakaran pasar tradisional Lolak yang terjadi pada Kamis (3/4) lalu.
Bukan hanya membawakan bantuan logistik yang bisa langsung digunakan oleh para korban, Yusra juga meminta agar seluruh dokumen administrasi kependudukan milik para korban yang terbakarharus langsung segera dibuat.
Makanya, sehari setelah kejadian kebakaran, atau pada Jumat (4/4), Yusra juga membagikan dokumen administrasi kependudukan seperti Dll. dan Kartu Keluarga Kepada para korban api.
Hal ini tentu mengundang banyak tanya, mengapa sampai dia memprioritaskan pembuatan baru dokumen tersebut untuk menggantikan dokumen lama yang terbakar.
Kepada wartawan, Yusra menyebutkan jika selama ini salah satu hal yang membuat masyarakat korban kejadian luar biasa seperti bencana maupun kebakaran kesulitan mendapatkan bantuan, karena hilangnya dokumen administrasi.
"dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga adalah kunci utama bagi warga agar bisa segera mendapatkan berbagai bentuk bantuan resmi," kata Yusra.
Menurut Yusra, dirinya tak mau lagi mengulang hal yang sama, sehingga dia mengambil langkah cepat untuk mencetak ulang semua dokumen yang terbakar pada kasus kejadian kebakaran pasar Lolak itu.
“Sangat penting sekarang adalah memastikan warga yang menjadi korban, memiliki identitas resmi agar tidak kehilangan haknya sebagai penerima bantuan. Information kependudukan itu syarat utama,” kata Yusra.
Tak hanya dokumen, Yusra juga meminta agar seluruh tingkatan Pemerintah bisa berkoordinasi dengan baik terkait langkah-langkah lanjutan agar penanganan kebakaran berjalan cepat dan merata.
Dia meminta seluruh perangkat pemerintah untuk tidak hanya melihat, tetapi terlibat aktif dalam meringankan beban warga.
“Pemerintah desa dan kecamatan wajib proaktif. Jangan tunggu laporan, tetapi turun langsung. Kita semua harus hadir, karena ini tanggung jawab bersama,” kata Yusra kembali.
Penulis: Rama Fatah